SPPG Polresta Banyumas Pastikan Keamanan Makanan Program MBG Sesuai Standar

SPPG Polresta Banyumas Pastikan Keamanan Makanan Program MBG Sesuai Standar

BANYUMAS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas memastikan seluruh proses pengolahan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan higienis, aman, dan sesuai standar keamanan pangan sejak bahan baku diterima hingga makanan didistribusikan.

Kepala SPPG Polresta Banyumas Nanda Mahendra di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin, mengatakan seluruh bahan makanan yang datang diseleksi ketat sesuai spesifikasi.

“Kalau kualitasnya tidak sesuai standar, langsung kami kembalikan. Setelah lolos sortir, bahan disimpan di gudang transit yang terbagi menjadi tiga: gudang kering, gudang basah, dan pendingin,” katanya didampingi Ahli Gizi SPPG Polresta Banyumas Intan Henda Ardiani.

Kendati demikian, dia mengakui gudang basah yang biasa digunakan untuk menyimpan sayuran maupun buah, sering kali dalam keadaan kosong karena komoditas tersebut harus selalu dalam kondisi segar ketika akan diolah.

Sementara gudang pendingin memiliki chiller bersuhu 0-8 derajat Celsius dan freezer hingga minus 18 derajat untuk menjaga kesegaran bahan hewani.

“Kami juga memiliki chiller khusus untuk bank sampel, guna memastikan keamanan makanan yang telah diolah,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan seluruh sukarelawan SPPG Polresta Banyumas sudah mengikuti pelatihan keamanan pangan dan memiliki sertifikat penjamah makanan dari Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) karena hal itu menjadi syarat utama agar proses berjalan higienis.

Sebelum didistribusikan, setiap makanan diuji cepat (rapid test) terhadap kandungan kimia berbahaya seperti arsen, nitrit, dan formalin bekerja sama dengan Dokkes Polresta Banyumas.

Selain itu, dilakukan pula uji organoleptik untuk menilai tampilan, aroma, dan rasa makanan.

Saat ini, SPPG Polresta Banyumas melayani 2.211 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Purwokerto Utara yang merupakan siswa dari 20 sekolah.

“Tahap awal kami fokus pada siswa. Ke depan akan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Nanda.

Disinggung mengenai makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa, Ahli Gizi SPPG Polresta Banyumas mengatakan sisa makanan tersebut tidak diperbolehkan dibawa pulang untuk mencegah risiko basi.

Oleh karena itu, pihaknya siapkan wadah untuk menampung limbah sisa makanan agar tidak menimbulkan masalah di lingkungan.

Menurut dia, menu harian dibuat seimbang dan bervariasi dengan dominasi masakan nusantara agar anak-anak akrab dengan cita rasa lokal.

“Menu andalan kami ayam goreng laos. Dari hasil evaluasi, rata-rata anak-anak menyukainya,” katanya.

Terkait dengan pencucian ompreng tempat makanan, dia mengatakan hal itu dilakukan secara bertahap dengan tahap akhir berupa pembilasan menggunakan air hangat sebagai upaya sterilisasi.

Bahkan, pihaknya juga menyediakan lemari pengering bersuhu tinggi untuk menyimpan ompreng yang telah dicuci.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Ari Wibowo mengatakan SPPG yang beroperasi sejak 27 Oktober 2025 tersebut merupakan satu dari tiga SPPG yang direncanakan dan sebagai wujud dukungan Polresta Banyumas terhadap program MBG.

Menurut dia, dua SPPG Polresta Banyumas lainnya yang sedang disiapkan berada di Kecamatan Banyumas dan Cilongok.

“Kami konsisten mendukung program makan bergizi gratis ini sebagai wujud komitmen terhadap generasi muda yang sehat dan berdaya saing,” katanya.

Ia mengatakan SPPG Polresta Banyumas dibangun dengan melibatkan berbagai pihak berkompeten, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas yang menangani instalasi pengolahan air limbah (IPAL), agar seluruh proses memenuhi standar kelayakan.

Menurut dia, bangunan SPPG berukuran 15×26 meter itu dilengkapi fasilitas sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk sarana penunjang kenyamanan kerja seperti exhaust fan dan tube ventilator untuk menjaga sirkulasi udara di ruang produksi.

Ia menegaskan pentingnya penerapan sistem jaminan kualitas dan kontrol kualitas dalam setiap tahapan, mulai dari penyortiran bahan baku, proses memasak, hingga penyajian.

“Kami ingin memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman, bergizi, dan layak,” katanya.

Selain itu, kata dia, Polresta Banyumas juga telah melengkapi seluruh persyaratan seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, dan hasil uji laboratorium air.

“Semua sudah kami jalankan, tinggal menunggu verifikasi final dari dinas kesehatan,” kata Kapolresta.

Read more