oleh

Tak Ada Warga Bogor, Korban KRL Terguling Mayoritas Wisatawan

bhinnekanusantara.id – Wali Kota Bogor Bima Arya memastikan tidak ada warga Bogor yang mengalami luka akibat tergulingnya KRL Jakarta-Bogor. Para korban mayoritas para wisatawan yang hendak berkunjung ke Kota Hujan.

“Para korban tidak ada warga Bogor. Sepertinya (wisatawan), karena Sabtu-Minggu Bogor itu padat sekali, terutama di Kebun Raya Bogor itu selalu padat,” kata Bima Arya, Minggu (10/3/2019).

Bima Arya menyebutkan saat ini ada 9 orang korban luka-luka akibat kejadian itu yang dirawat di RS Salak. Sebagian korban sudah pulang dan sebagian lainnya masih dirawat di RS Salak dan RS PMI Bogor.

“Sekarang masih ada lima orang yang di RS Salak, kondisinya sadar,” sambungnya.

Bima memastikan pengobatan para korban ditanggung oleh pemerintah.

“Biaya pengobatan ditanggung PT KAI dan Perhubungan,” tuturnya.

Sementara VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa menyebutkan total korban mencapai 17 orang, termasuk masinis. 9 Korban dirawat di RS Salak Bogor dan 8 korban lainnya dibawa ke pos kesehatan Stasiun Bogor.

“Seluruh korban telah dievakuasi dari kereta. Korban yang dievakuasi berada dalam kondisi luka-luka. Hingga pukul 12.10 WIB tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang,” kata Eva Chairunisa dalam keterangannya, Minggu (10/3/2019).

 

 

Sumber : Detik

Editor : Awlina IMM Polda Jateng