Tak Hanya Razia, Polda Jawa Tengah Masuk Kelas! 171 Siswa SD di Semarang Ditanamkan Disiplin Berlalu Lintas Sejak Dini

Tak Hanya Razia, Polda Jawa Tengah Masuk Kelas! 171 Siswa SD di Semarang Ditanamkan Disiplin Berlalu Lintas Sejak Dini

Semarang - Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah tidak hanya fokus pada penegakan hukum di jalan raya. Pendekatan humanis dan edukatif justru digencarkan dengan menyasar ruang-ruang kelas sebagai fondasi perubahan budaya tertib berlalu lintas.

Salah satu kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh) serta pendidikan masyarakat (dikmas) digelar di SD Kemala Bhayangkari 02, Pedurungan, Kota Semarang, Jumat (13/2/2026) pagi. Sebanyak 12 personel gabungan Satgas Operasi Keselamatan Candi 2026 hadir bukan sebagai aparat yang menindak, melainkan sebagai sahabat bagi 171 siswa kelas 1 hingga 6.

Kegiatan yang dipimpin Aiptu Wiji Suberkahono itu dirancang interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diajak mengenal rambu lalu lintas melalui simulasi, permainan edukatif, hingga dialog ringan dengan bahasa sederhana. Pesan yang ingin ditanamkan jelas: keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.

Suasana aula sekolah dipenuhi antusiasme. Para siswa aktif menjawab pertanyaan, mempraktikkan cara menyeberang yang benar, hingga memahami arti penting helm dan sabuk pengaman. Pendekatan ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk membangun karakter disiplin sejak usia dini.

Tak berhenti pada siswa, aksi simpatik juga menyasar para guru. Personel Biddokkes Polda Jateng memberikan pemeriksaan kesehatan serta pembagian obat dan vitamin gratis kepada 17 guru dan staf sekolah. Langkah ini menjadi bentuk perhatian terhadap para pendidik sebagai garda terdepan pembentukan karakter generasi bangsa.

Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari 02, Supriyanto, S.Pd., M.Si., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keselamatan lalu lintas sejak dini akan membentuk kebiasaan baik yang terbawa hingga dewasa.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 03, Aspol Kabluk, Gayamsari. Anak-anak usia taman kanak-kanak diajak menonton video visual keselamatan serta mempraktikkan penggunaan helm berstandar SNI secara benar.

Tak hanya sekolah yayasan Polri, Satgas Binluh Ditbinmas yang dipimpin AKP Agus Dhermawan turut menyasar berbagai sekolah SD, SMP, hingga SMA di Kota Semarang. Pola edukasi serentak ini menunjukkan komitmen serius kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dari akar pendidikan.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa pendekatan preemtif melalui jalur pendidikan merupakan strategi kunci menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Operasi ini bukan hanya tentang tilang atau razia. Kami ingin menyiapkan generasi masa depan yang disiplin dan santun di jalan raya. Tertib lalu lintas adalah bagian dari menjaga keselamatan sesama,” ujarnya di Mapolda Jateng.

Kehadiran personel lintas fungsi—mulai dari Lantas, Dokkes hingga Propam—dalam satu kegiatan menunjukkan soliditas pelayanan Polri. Harapannya, setiap anak yang hari ini mendapatkan edukasi dapat menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarganya.

Dengan strategi menyentuh anak-anak sejak dini, Operasi Keselamatan Candi 2026 bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi langkah konkret membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Jawa Tengah. (*)

Read more

Mudik Gratis Presisi 2026 Diserbu Pendaftar, 32 Ribu Pemudik Antusias Ikut Program Polri

Mudik Gratis Presisi 2026 Diserbu Pendaftar, 32 Ribu Pemudik Antusias Ikut Program Polri

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korlantas Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam melayani masyarakat melalui program Mudik Gratis Presisi 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Posko Operasi Ketupat 2026 hingga Senin, 16 Maret 2026, antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi aman ini terpantau sangat tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Secara