Tanggul Wedok Bengawan Solo di Lamongan Jebol

Lamongan – Tanggul dalam Bengawan Solo yang melintasi wilayah Lamongan kembali jebol. Tanggul yang jebol di Desa Meluwur, Kecamatan Glagah, ada dua titik. Jebolnya tanggul ini aibat tingginya debit air yang terus meningkat.

Informasi yang dihimpun, tanggul dalam ini jebol Jumat (8/3/2019) pagi, namun segera bisa diatasi. Bupati Lamongan, Fadeli mengatakan, berkat kesigapan warga dan petugas BPBD Lamongan tanggul dalam yang jebol tersebut akhirnya bisa teratasi sehingga air Bengawan Solo tidak sampai meluber dan menggenang areal persawahan.

“Ya tadi pagi memang ada tanggul dalam yang jebol, tapi sekarang Alhamdulillah sudah bisa teratasi,” kata Fadeli saat meninjau tanggul dalam di Desa Meluwur yang sempat jebol, Jumat sore.

Sebelumnya tanggul dalam di Desa/Kecamatan Maduran, juga jebol sepanjang lebih kurang 70 meter. Karena derasnya arus Bengawan Solo, lanjut Fadeli, tanggul dalam tersebut tidak bisa langsung diperbaiki.

“Yang di Kecamatan Maduran kita memang tidak bisa mengatasi karena tingginya debit air dan derasnya arus sungai. Alhamdulillah, yang di Glagah langsung bisa diatasi menggunakan alat berat,” tandasnya.

Dia menjelaskan wilayahnya sudah berada di status siaga merah seiring dengan naiknya debit air di Bengawan Solo. Fadeli berharap agar masyarakat yang tinggal di sekitar Bengawan Solo semakin meningkatkan kewaspadaan dengan semakin tingginya debit air

“Pembenahan tanggul dalam menggunakan alat berat ini juga merupakan salah satu langkah antisipasi kami agar banjir luapan Bengawan Solo tidak meluas,” terang Fadeli.

Sementara data dari BPBD Lamongan menyebut banjir akibat luapan Bengawan Solo, merambah 4 Kecamatan. Ke 4 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Laren, Babat, Maduran dan Glagah.

 

 

Sumber : Detik

Editor : Awlina login by Polda Jateng