Tekan Angka Laka Lantas, Polda Jateng Lakukan Pemetaan Titik Rawan Baru

polda jateng tekan angka laka lantas

bhinnekanusantara.id – Direktorat Lalu lintas Polda Jateng mencatat penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah setempat dalam periode semester I 2020 dibanding dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil evaluasi laka lantas periode Januari-Juni 2020 di Polda Jateng terdapat 10.841 kejadian. Di antaranya 1.726 meninggal dunia, 19 luka berat, 12.365 luka ringan serta kerugian material Rp7.026.925.000.

Pada Semester I 2019 angka kejadian laka lantas yakni sebanyak 12.487 perkara, semester I 2020 turun menjadi 10.841 perkara atau kurang lebih menurun 13 persen.

Meski mengalami penurunan baik dari segi kejadian maupun fatalitas korban meninggal, namun upaya-upaya untuk terus meminimalisir kejadian laka lantas di wilayah tersebut terus dioptimalkan.

“Ini merupakan ikhtiar kolektif khususnya Ditlantas Polda Jateng bersama stakeholder serta pengguna jalan dan ke depan kita akan fokus untuk memetakan titik rawan baru,” jelas Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat dalam rilisnya Selasa (7/7/2020).

Dia mengemukakan, jumlah meninggal dunia karena kecelakaan dari semester I 2019 ke semester I 2020 mengalami penurunan 18 persen dari 2.093 jiwa menjadi 1.725 jiwa.

Tapi, fakta tersebut tetap saja mengkhawatirkan, dan harus dicari solusinya untuk terus menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban meninggal dunia.

“Kalau dibikin rata-rata, kurang lebih 60 kejadian kecelakaan per hari, atau setiap hari 9 orang yang meninggal dunia. Tanpa bermaksud mengecilkan Covid- 19 sebagai virus mematikan, ada penyakit di jalan yang juga menular yaitu tidak tertibnya berlalulintas sehingga menyebabkan kecelakaan dan meninggal dunia,” tegasnya.

Demi menekan angka laka lantas agar lebih rendah pihaknya akan fokus untuk mengindentifikasi titik-titik rawan baru guna mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar.

Ditambahkan, saat ini memang terdapat beberapa spesifikasi titik rawan. Yaitu bersifat sementara atau temporer, permanen dalam jangka panjang oleh sebab kondisi tertentu atau laten, serta kondisi situasional.

Berdasarkan evaluasi, Jateng termasuk salah satu wilayah rawan kecelakaan. Bahkan saat ini terdapat beberapa titik ditandai sebagai daerah rawan kecelakaan.

“Beberapa daerah rawan ini harus diantisipasi dan diperhatikan. Para pengguna jalan seyogianya mengetahui agar bisa mengantisipasi dan lebih berhati-hati,” kata Arman.

Ditambahkan pula, identifikasi titik-titik rawan dilakukan secara periodik guna menjamin solusi terbaik menyangkut permasalahannya secara cepat.

Baginya lebih mudah mengatasi persoalan pada awal-awal kemunculannya. Jika terabaikan, permasalahan yang akan dihadapi akan kian sulit dan kompleks sehingga membahayakan keselamatan pengendara. (saibumi)