oleh

Tempat Usahanya Dirusak Mantan Oknum TNI, Hendra Menanti Keadilan hingga 3 Tahun

bhinnekanusantara.id –┬áHendra Krisnawijaya (50) tengah menanti kejelasan atas perkara hukumnya. Ia menjadi korban tindakan persekusi yang diduga dilakukan oleh oknum TNI. Lambatnya penanganan hukum, harus membuat Hendra bersabar karena kasusnya mandek sejak 2016 silam.

Hendra pun melaporkan oknum aparat penegak hukum itu. Pasalnya pelaku dan sejumlah warga lain telah mendatangi dan memaksanya untuk menutup usaha taman bermain. Diketahui usaha Hendra berada di Jalan Kelapa Sawit, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.

“Saya punya izinnya kok, saya urus dari tingkat RT bahkan sampai provinsi. Tapi oknum itu enggak tahu kenapa memprovokasi warga dan saya dipaksa untuk menutup usaha saya,” tutur Hendra di lokasi, Sabtu (9/3/2019).

Kejadian bermula pada 01 Desember 2014, pria berpangkat terakhir Kolonel itu secara diam-diam melaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta dan berupaya menutup usaha milik korban.

Kejadian berlanjut pada 24 April 2016, sekira jam 20.01 WIB. Pelaku yang saat ini sudah pensiun mengirim pesan yang berisi ancaman kekerasan.

Dalam pesan itu, pelaku mengancam akan membakar sejumlah arena bermain jika korban tetap mengoperasikan usahanya itu.

Hendra juga dijadikan kambing hitam pada kebakaran (3/11/2016) silam. Dimana kebakaran berada di samping atau bersebelahan dengan lokasi usahanya. Esok harinya lokasi tempat hiburan anak-anak dipasangi spanduk penyegelan.

“Pintu pagar digembok dengan sembilan buah gembok ada kodenya DS dan dipasangi lima surat penolakan dari warga,”jelas Hendra.

“Kemudian sekitar jam 23.11 WIB, datanglah Letkol S bersama Istri yaitu ADK. Mereka langsung marah-marah dan memaki-maki saya dengan kata-kata kasar di muka umum. Dia juga mencolok ke dua mata saya dengan jarinya. Intinya dia mau usaha kami tutup, “sambungnya.

Tidak sampai disitu, pegawai pun sempat dibuat takut dengan perusakan yang dilakukan oleh pelaku dan warga lainnya.

“Pada 05 November 2016, pelaku datang lagi ada anggota sama ketua RT juga. Mereka merusak tempat usaha saya. Kamera CCTV ilang, mesin kasir ilang, minuman dikulkas ludes,” tambahnya.

Ia pun melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terdaftar dengan Laporan Polisi Nomor: LP/5421/XI/2016/PMJ/Dit. reskrimum, (5/11/ 2016). Pihak Polda Metro Jaya kemudian melimpahkan kasusnya ke Polres Metro Jakarta Timur. Ia juga melaporkan kasus tadi ke POM AU dengan nomor laporan POM-405/A/IDIK-51/XI/2017, t (11/11/2017).

“Saya sudah ke Mapolres Metro Jakarta Timur, nanya kelanjutannya seperti apa, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan. Tolong saya, usaha ini saya buka boleh pinjam dari bank. Sekarang rumah saya malah mau disegel karena macet kreditnya,” ucapnya.

Ia berharap sejumlah surat yang ditujukan kepada Presiden RI, Kapolri dan Pangilma TNI memberikan jawaban. Mengingat penyelesaian kasus yang sudah mandek selama tiga tahun.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Ary Wibowo menuturkan dirinya akan melakukan pengecekan terhadap kasus yang telah bergulir sejak 3 tahun yang lalu itu.

“Nanti saya tanyakan kepada penyidik yang menangani kasusnya,” kata Ady.

 

 

Sumber : Akurat

Editor : Awlina IMM Polda Jateng