Temuan Mayat Bayi di Kecamatan Sale Terus Didalami, Polisi Kumpulkan Data Ibu Hamil

bhinnekanusantara.id –  Jajaran Polres Rembang terus melakukan pendalaman terkait penemuan sesosok mayat bayi yang mengapung di saluran irigasi diarea persawahan di Dukuh Karang Lor Desa Mrayun Kecamatan Sale pada Jum’at sore kemarin.

Menurut Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito, pihaknya menduga ibu bayi diduga tega membuang bayinya itu berasal dari sekitar tempat penemuan, namun beda desa.

Paska dutemukan mayat bayi naas itu langsung dibawa ke RSUD dr R Soetrisno Rembang guna menjalani identifikasi. Hasilnya petugas mendapatkan kesimpulan bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup. Kemudian dihanyutkan hingga meninggal dunia dan ditemukan di warga Desa Mrayun.

Hingga saat ini, penyidik terus melakukan pendalaman, serta melakukan pengumpulan sejumlah alat bukti, untuk mengungkap kasus tersebut.

“Berdasarkan hasil otopsi, bayi masih hidup saat dilahirkan. Nah, meninggalnya karena dibuang ke aliran air itu. Kami masih mengunpulkan alat bukti, dan pendalaman lidik,” ungkap Bambang.

Selain itu, petugas juga sedang melakukan pemetaan terhadap ibu hamil yang dicurigai sebagai ibu bayi. Pemetaan ibu hamil dilakukan di desa TKP dan sekitarnya. Seperti Desa Tahunan, Gading, dan Desa Jinanten. Karena desa ini merupakan jalur dari aliran sungai irigasi persawahan yang menjadi tempat ditemukan jenazah bayi, jelas Bambang, Senin (1/7).

Seperti berita sebelumnya, sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan oleh warga di wilayah RT 6 RW 2 Dukuh Karang Lor Desa Mrayun Kecamatan Sale Jumat (28/6/2019) sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Mayat bayi naas tersebut dutemukan dalam kondisi tertelungkup disebuah aliran irigasi persawahan desa setempat. Diperkirakan bayi dibuang sesaat setelah dilahirkan. Karena pada tubuh bayi masih terdapat tali pusar yang belum dipotong.

 

sumber : Polres Rembang

editor : saibumi @polda jateng