Tentang Pondok Tempat Warga Ponorogo Mengaji Tanda Kiamat

bhinnekanusantara.id Polisi sampai tokoh agama sudah datang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadin di Kasembon, Malang, Jawa Timur. Ini adalah pondok para warga Ponorogo yang “hijrah” dengan bumbu informasi berlindung dari kiamat yang segera datang.

Di ponpes asuhan Muhammad Romli atau Gus Romli itu, banyak juga jemaah dari berbagai daerah, seperti dari Jember, Banyuwangi, Lampung dan lainnya. Hasil klarifikasi, tidak ada ajaran menyimpang, apalagi sekte sesat tentang kiamat.

Kepala Polres Kota Batu, AKBP Budi Hermanto, mengatakan total warga Ponorogo yang ada di dalam ponpes itu ada 59 orang dari 24 kepala keluarga berbeda. Di antara rombongan terdapat belasan anak–anak serta orang tua mereka.

“Mereka ikhlas, tak ada paksaan untuk tinggal di pondok ini. Mereka murni belajar Islam, tidak ada soal isu kiamat,” kata Budi di Kota Batu, Kamis, 14 Maret 2019.

Kepolisian sudah mendengar adanya pengajian tentang kiamat itu sejak 3 Maret silam. Lima hari kemudian, para tokoh agama dan pemerintahan setempat menggelar pertemuan dengan pengasuh pondok. Saat itulah bisa dipastikan kelompok sesat adalah kabar bohong.

 

“Informasi aliran menyimpang itu tidak benar. Pengasuh pesantren sudah mengklarifikasi langsung,” ujar Budi.

Kepolisian tetap berkoordinasi dengan tokoh agama mendalami ajaran dari pesantren tersebut, serta mendalami lebih detil dari mana saja jemaah pesantren yang berlokasi hampir dua jam perjalanan ditempuh dari Kota Malang itu.

“Pesantren ini mulai berkembang beberapa tahun terakhir. Jemaah dari luar ada juga dari Jember, Banyuwangi, Demak, sampai Lampung,” urai Budi.

Kepolisian juga melacak siapa sosok yang pertama menyebar kabar bohong isu aliran kiamat di pesantren ini. Warga sekitar diimbau tak perlu resah, serta tetap selalu berkoordinasi dengan polisi dan tokoh agama setempat.

 

 

Sumber : Liputan6

Editor : Kiss login by Polda Jateng

Silakan berkomentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.