Tepis Pencitraan, TKN: Tak Ada Media Saat Jokowi Naik KRL

Jakarta – Aksi capres nomor urut 01 Jokowi naik KRL jadi komoditas politik. BPN Prabowo-Sandi menyebut Jokowi sedang pencitraan, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menepisnya.

“Pembenahan atau penataan transport massal kereta api berlangsung pada masa Pemerintahan Jokowi. Dahulu apabila memasuki liburan panjang, Idul Fitri dan lain-lain, apalagi KRL yang tiap hari melayani pengguna untuk berangkatpulang kerja, terlihat di atas gerbong penuh penumpang duduk , bahkan anak-anak kecil lewat jendela, stasiun yang kumuh. Pemandangan seperti itu saat ini sdh tidak tampak lagi,” kata Tim Penugasan Khusus TKN, Nusyirwan Soejono, kepada wartawan, Kamis (7/3/2019).

Saat ini, kata Nusyirwan, gencar pembangunan alternatif transportasi massal yang lain, seperti LRT dan MRT. Bagi Nusyirwan, naik KRL langsung adalah upaya Jokowi mengamati pembenahan transportasi massal.

“Rakyat yang akan menilai apakah sebuah pencitraan atau bukan. Pada saat Pak Jokowi pulang ke Bogor dengan KRL, tidak ada awak media yang menyertai,” ujar anggota Komisi V DPR ini.

Pemberitaan soal Jokowi naik KRL, kata politikus PDIP ini, muncul dari informasi pengguna KRL yang viral. Dia menyatakan aksi Jokowi itu spontan.

“Itu menunjukkan spontanitas, tidak direncanakan, tidak ada kata lain dari pihak BPN Prabowo-Sandi selain menyebut pencitraan,” ujarnya.

 

 

Sumber : Detik

Editor : Awlina login by Polda Jateng