Teror Batu Hantui AKAP, Menyasar 9 Armada, Satu Sopir Luka

bhinnekanusantara.id – Sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melintasi Kota Bengawan dihantui pelemparan batu. Total sembilan armada bus kena lemparan pada kaca bagian depan. Sedangkan seorang sopir dilaporkan terluka di bagian kepala.

 

Kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib sejak Jumat (10/1). Jajaran Satreskrim Polresta Surakarta masih meyelidikinya. Sedangkan korban pelemparan merupakan sopir bus Sugeng Rahayu yang mengalami luka-luka di bagian wajah.

 

“Saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan. Menyambangi sejumlah ruas jalan yang dilaporkan korban terjadi pelemparan batu tersebut. Info awal, ada sembilan bus yang dilempari oknum tak bertanggung jawab,” terang Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Arwansah.

 

Arwansah menjelaskan, menurut laporan “teror batu” terjadi di antara simpang empat Panggung, Jebres hingga kawasan Pabelan, Kartasura. “Titik-titik tersebut sedang menjadi perhatian. Kami sedang mencari informasi dari masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian tersebut,” imbuhnya mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai.

Hariyadi, supir bus AKAP mengaku selain dia, ada juga penumpang yang jadi korban. Juga mengalami luka di wajah. Terkena serpihan kaca bus. Menurutnya, kejadian menimpanya, Kamis dini hari (9/1).

“Saya hendak mengantar penumpang ke Terminal Tirtonadi. Namun malah kena sial. Kaca depan bus sisi kanan pecah. Dilempar batu sebesar kepalan tangan,” beber warga Palur, Kecamatan Kenbonsari, Madiun, Jawa Timur tersebut.

Setibanya di terminal, empat rekan Hariyadi sesama sopir bus AKAP juga jadi korban. Sehari berselang, giliran lima armada bus AKAP jadi korban. Atas dalih inilah dia melaporkan “teror batu” tersebut ke pihak berwajib. “Tadi pagi (kemarin) dapat informasi bus Mila Sejahtera jadi korban pelemparan batu di Pasar Kleco,” ungkapnya.

Sementara waktu, armada yang kacanya pecah dikandangkan. Hariyadi menyebut saksi yang melihat pelaku keterangannya berbeda-beda. Ada yang mengatakan pelaku seorang diri, ada pula yang berboncengan. Namun, ada satu kesamaan dari keterangan tersebut. Pelaku mengendarai motor jenis matic dan selalu menyerang dari arah berlawanan.

“Sebenarnya, semua sopir sudah diwanti-wanti pihak PO (perusahaan otobus) untuk tidak ugal-ugalan. Bus juga sudah terpasang nomor layanan. Kalau ada sopir ugal-ugalan, bisa komplain lewat nomor tersebut,” timpalnya.

 

sumber : jawapos

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi