Teroris Lone Wolf Sulit Dideteksi

bhinnekanusantara.id – Terkait dengan kejadian teror di Mapolrestabes Medan, pengamat gerakan Islam dari UIN Jakarta M. Zaki Mubarak mengungkapkan model teroris yang bergerak sendiri (lone wolf) lebih susah dideteksi karena tidak terkait dengan organisasi teroris.

“Memang serangannya tidak eksplosif bom yang mereka buat, karena dibuat diracik belajar sendiri otodidak, tapi sulit dideteksi.

Karena ketika dilacak mereka tidak punya track record berinteraksi dengan teroris. Di struktur juga tidak ada,” terang Zaki Mubarak usai diskusi Mengapa Teror Pada Polisi Terjadi Lagi? di Kedai Sirih Merah (16/11).

Menurutnya, mereka memang tidak terkait langsung dengan pemimpin organisasi teroris, tapi mereka memperoleh informasi dan asupan ideologi dari media sosial.

“Karena sudah baca (lihat) youtube kemudian komunikasi melalui telegram, instagram, dan sebagainya kemudian menjadi radikal,” tambahnya.

Zaki Mubarak menyebut contoh kejadian teror yang dilakukan teroris yang bergerak sendiri, yakni kasus penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto dan yang yang terbaru bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Menurutnya, pelaku teror itu tidak terkait secara struktur dengan organisasi teroris seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Menurutnya, tren teroris yang bergerak sendiri meningkat pada lima tahun terakhir.

“Itu yang sekarang terjadi dalam lima tahun terakhir, nyaris sulit untuk dideteksi. Pokoknya kecil,” tandasnya.

 

sumber : mediaindonesia

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi