Tilang Elektronik di Semarang Segera Berlaku, Surat Diantar ke Rumah

bhinnekanusantara.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng akan segera memberlakukan penerapan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ELTE) di Semarang. Saat ini sudah ada dua CCTV yang dipasang di Jl Pandanaran Semarang untuk ujicoba.

Dua kamera tersebut terhubung ke Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jawa Tengah yang ada di Jalan Pahlawan. Kamera yang ada di dua titik di Jalan Pandanaran ini masih untuk ujicoba, untuk pemberlakuan akan dilakukan setelah diskusi dengan pihak terkait seperti Dishub dan stakeholder yang lain,” ungkap Direktur Lalu

Lintas Polda Jateng Kombes Rudy Antariksawan saat memberi keterangan di Kantor Dirlantas Polda Jateng Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (13/1/2020).

Ia menambahkan, penerapan ELTE ini menyusul diberlakukan di Semarang setelah sukses diterapkan di Jakarta dan Surabaya. Nantinya, sistem akan langsung otomatis mendeteksi pelanggaran serta identitas kendaraan yang melakukan pelanggaran.

Setelah diketahui identitas, nanti akan langsung dikirim surat tilang ke alamat yang ada di STNK pemilik kendaraan,” jelasnya.

Dari tahap awal uji coba dua hari ini, dari pantuan Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jawa Tengah yang ada di Jl Pahlawan pelanggaran terbanyak masih berkaitan dengan penggunaan sabuk keselamatan oleh pengendara kendaraan roda empat.

Selain itu, beberapa pengendara juga menggunakan telepon genggam saat berkendara. Namun untuk tahap awal ini, dalam surat yang dikirimkan masih kami beri imbauan untuk menaati peraturan lalu lintas, katanya.

Rudy Antariksawan menambahkan setelah nanti diterapkan, dalam surat tilang yang dikirimkan akan tercantum jenis pelanggaran, termasuk foto saat kendaraan saat melanggar. Bagi pengendara yang tidak mengindahkan surat tilang yang dikirimkan tersebut akan ada ancaman pemblokiran bukti kepemilikan kendaraan bermotor saat mengurus pajak.

Terkait dengan rencana penerapan ELTE ini, ia mengimbau bagi masyarakat pemilik kendaraan bermotor, yang belum balik nama sebaiknya segera melakukan balik nama. Sebab surat pelanggaran ELTE akan dikenakan dan dikirim melalui pos, atas nama pemilik yang tertera pada STNK dan BPKB kendaraan.

Sebab sangat mungkin yang melakukan pelanggaran adalah si A (pemilik kendaran sekarang), tetapi surat tilang akan dikirimkan ke alamat si B, karena STNK dan BPKB masih atas nama si B. Padahal yang melakukan pelanggaran rambu lalin adalah si A tersebut, jelasnya.

Ia menegaskan, penerapan aturan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Selain itu, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak balik nama kendaraan.

sumber : ayosemarang

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi