Tim Elang Tangkap 2 Pria Semarang Bawa Parang, Alasan Pelaku Tak Lepas dari Proses Hukum

Dua Orang Bawa Parang

bhinnekanusantara.id – Dua orang warga Semarang terpaksa harus berurusan dengan polisi lantaran terbukti membawa senjata tajam jenis parang.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah Iptu Deni Eko Prasetyo menuturkan, dua orang itu masing-masing Ari Hardiyanto alias Boneng (40).

Warga Kelurahan Bulustalan Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang.

Dia sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan.

Pelaku lain yaitu Abell Ardyantariksa Wibowo (18).

Pemuda pengangguran itu warga Kelurahan Kalibanteng Kulon Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.

“Kedua pelaku terciduk tim Elang Polrestabes Kota Semarang saat patroli di Jalan Kokrosono Semarang Tengah pada Minggu (5/7/2020) sekira pukul 01.30 WIB,” katanya, Selasa (7/7/2020).

Iptu Deni Eko Prasetyo menjelaskan kronologi penangkapan terjadi ketika Tim Elang Polrestabes Kota Semarang melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Semarang Tengah.

Tim Elang melihat dua orang sedang berada di Jalan Kokrosono lalu menghampiri mereka.

Satu pelaku yakni Abell Ardyantariksa berusaha melarikan diri saat Tim Elang datang.

“Namun petugas sigap memburu seorang pelaku tersebut.

Dari keduanya ditemukan dua senjata tajam,” paparnya.

Iptu Deni menuturkan senjata tajam jenis parang tersebut memiliki panjang parang 56 sentimeter, sarung parang 71 sentimeter.

Panjang gagang 15 sentimeter terbuat dari kayu warna coklat dengan model ujung bergerigi.

Parang berikutnya memiliki panjang parang 39 sentimeter, panjang sarung parang 57  sentimeter,panjang gagang 18 sentimeter.

Terbuat dari besi warna hitam karat, dengan model ujung lancip.

“Mereka mengaku membawa masing-masing satu senjata tajam hanya untuk jaga-jaga,” ungkapnya.

Kini kedua pelaku mendekam di Polsek Semarang tengah untuk proses hukum lebih lanjut.

“Keduanya diduga melakukan tindak pidana kedapatan memiliki, membawa dan atau menyimpan senjata tajam tanpa dilengkapi dengan surat – surat yang sah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ( 1 ) Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951,” tandas Iptu Deni. (saibumi)