Tim Gabungan Monitoring Zona Merah Covid-19

bhinnekanusantara.id – Tim gabungan melakukan monitoring kawasan zona merah Covid-19 Boyolali, pada Jumat- Sabtu (8-9/5) malam. Monitoring juga mencakup sosialisasi, termasuk pemakaian masker.

Tim terdiri 25 orang dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kodim 0724/Boyolali dan Polres Boyolali.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo mengungkapkan agenda ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, tim melakukan kegiatan serupa di zona merah Kecamatan Simo.

Sedangkan kali ini monitoring mencakup kawasan zona merah  Kecamatan Teras dan Banyudono. “Intinya kita mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak berkerumun dan bisa melaksanakan ibadah puasa dengan baik,” katanya.

Pihaknya juga menghimbau masyarakat agar melaksanakan ibadah di rumah sesuai dengan anjuran pemerintah. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Boyolali.

“Untuk bulan puasa ini diharapkan bisa beribadah di rumah masing-masing sesuai anjuran pemerintah.”

Sementara itu, Dinkes Boyolali mencatat adanya tambahan satu lagi pasien Covid-19. Satu pasien positif tersebut, PW asal Kecamatan Teras merupakan transmisi lokal dan sebelumnya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Betul, terjadi penambahan satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini. Satu pasien berinisial PW, asal Kecamatan Teras, dari OTG dan merupakan transmisi atau penularan lokal,” kata Ratri, Sabtu (9/5).

Terkait hal itu, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya tracking contact dengan pasien PW. Mereka nantinya bakal menjalani rapid test guna memastikan apakah hasilnya reaktif atau negatif. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat Boyolali agar makin waspada dan disiplin.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar disiplin menjaga kebersihan dan kesehatan. Lebih baik tetap tinggal di rumah untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

 

Sumber: sm

Editor: [email protected] jateng