oleh

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU NTB Libatkan Pemuda dalam Pemilu 2019

bhinnekanusantara.id – KPU Nusa Tenggara Barat (NTB) menggencarkan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi warga di Pemilu 2019. KPU NTB juga melibatkan generasi muda dalam serangkaian kegiatan pesta demokrasi tersebut.

“Target partisipasi kita adalah 77,5 itu target nasional. Kita berharap agar bisa melampaui di NTB, karena pemilu legislatif kemarin kami 77,29,” ujar Ketua KPU NTB Suhardi Soud, Sabtu (9/3/2019).

Hal itu salah satu poin yang diungkapkan Soud saat rapat koordinasi bersama sejumlah wartawan perwakilan media di Mataram serta komisioner Bawaslu NTB tentang pengelolaan dokumen pencalonan calon anggota DPR pada Pemilu tahun 2019. Upaya yang dilakukan KPU NTB adalah bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), salah satunya dengan Universitas Mataram.

Soud juga menyatakan telah berkomunikasi dengan pihak rektorat untuk mendorong mahasiswanya agar mau terlibat sebagai relawan dan ikut dalam perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Menurut Soud, mahassiwa dilibatkan sebagai petugas KPPS karena memiliki idealisme, kemampuan administrasi dan mempunyai stamina yang bagus saat pemungutan suara. Mahasiswa juga dianggap mempunyai penguasaan teknologi informasi yang cukup baik.

“Kami sekarang sedang mendorong teman-teman di KPU kabupaten, kota yang sedang merekrut KPPS agar memberikan porsi yang besar terhadap anak-anak muda,” ungkapnya.

Namun demikian, Soud berharap rekrutmen yang dilakukan KPUD lebih selektif dan melakukan pengecekan terhadap track record pelamar. Sebab, dikhawatirkan adanya indikasi penyusupan petugas KPPS yang tidak netral atau kiriman dari kelompok tertentu.

Dalam masa kerja yang kurang dari 40 hari ke depan, Soud menuturkan kegiatan KPU saat ini hampir 10 kabupaten dan kota di NTB sudah menerima surat suara. Meskipun ada beberapa yang belum memenuhi jumlah yang dibutuhkan.

“Sudah diinstruksikan agar segera disortir, segera dilipat dan bisa dihitung untuk mengetahui positioning kita berapa yang rusak, yang baik berapa,” ujarnya.

KPU juga menyinggung tentang adanya temuan WNA yang masuk dalam DPT. Total ada 6 WNA dan nama-nama yang masuk itu sudah dilakukan pencoretan.

 

 

Sumber : Detik

Editor : Awlina IMM Polda Jateng