Tokoh Mahasiswa Jateng TanggapiDeklarasi KAMI

bhinnekanusantara.id – Menanggapi deklarasi KAMI yang dilakukan di Susan House Kota Semarang pada Minggu (6/9/2020), Badrun Nuri selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah juga ikut berkomentar.

Menurut pria yang akrab disapa Badrun itu, gerakan Politik KAMI akan semakin memperkuat persepsi publik bahwa ada kepentingan politik tertentu yg termuat di dalamnya.

“Persepsi tersebut dapat muncul mengingat tokoh-tokoh penggerak KAMI adalah mereka yang rata-rata berseberangan dengan Presiden pada Pilpres 2019,” ungkapnya pada Minggu (6/9/2020).

Menururt Badrun, jika memang visinya adalah menyelamatkan Indonesia, seharusnya tidak membuat kegaduhan.

“Membuat kegaduhan harus juga dihindari dalam rangka menyelamatkan Indonesia,” jelasnya.

Badrun mengatakan deklarasi KAMI di Semarang yang salah satunya melakukan pengawalan Pilkada justru terkesan mereduksi narasi gerakan menyelamatkan Indonesia yang seharusnya berfokus pada gerakan-gerakan nyata yang berdampak langsung pada kemaslahatan masyarakat.

Baginya, semua elemen masyarakat seharusnya fokus pada penanganan dampak pandemi covid-19 yang selama ini menyusahkan masyarakat.

“Seharusnya tokoh-tokoh KAMI mengajak kepada semua pihak untuk terus fokus dalam penanganan Covid. Salah satunya mendukung upaya pemerintah,” ucapnya.

Ketua KAMMI Jateng Moh. Khanif Nasukha menanggapi kabar terkait deklarasi KAMI di Semarang.

“Dengan Munculnya Deklarasi KAMI di Semarang dengan narasi mengawal pilkada mereduksi Narasi Besar yang sering di dengung dengungkan oleh para elit KAMI untuk menyelamatkan Indonesia”

“Jika KAMI di deklarasikan untuk mengawal Pilkada itu menampakkan gerakan ini adalah gerakan politik bukan lagi gerakan nilai”

“Sudah lah lebih baik kita ikut fokus membantu pemerintah dalam menangani berbagai masalah yg di sebabkan oleh Covid-19, bukan terus bikin gerakan gerakan yang kontraproduktif yang bisa mengakibatkan penyebaran Covid-19 semakin luas” (saibumi)