Upaya Pencarian Dihentikan, 11 Korban Longsor di Banjarnegara Belum Ditemukan
BANJARNEGARA - Operasi pencarian korban bencan atanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan. Meski disebutkan, masih ada 11 orang yang tidak ditemukan.
Penghentian operasi pencarian korban dilakukan Selasa (25/11/25), setelah berlangsung selama 10 hari. Hingga batas akhir operasi pencarian dihentikan, dilaporkan ada 11 orang warga yang masih belum ditemukan. Meskipun upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh Tim Gabungan, yang melibatkan jajaran TNI, Polri, relawan Search And Recue (SAR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat Pemkab Banjarnegara bersama para pihak terkait lainnya.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, ikut terlibat memberikan bantuan pencarian, Tim K9 yang dipimpin Kasat Samapta Polres Wonogiri Iptu Nanang Sutrisno.
Tim K9 Polres Wonogiri, dalam membantu pencarian korban longsor di Banjarnegara, membawa serta anjing pintar Justine. Dalam ikut melakukan pencarian, berhasil menemukan sejumlah korban di reruntuhan material longsoran.
Sementara itu dari Banjarnegara dilaporkan, penutupan operasi ditandai doa bersama dan tabur bunga di lokasi bencana tanah longsor. Acara tersebut dihadiri Bupati Banjarnegara Dokter Amalia Desiana, Wakil Bupati H Wahid Jumali LC, Dandim 0704 dan Kapolres Banjarnegara, Kepala Basarnas Provinsi Jateng, Kalakhar BPBD Banjarnegara, beserta unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, SAR dan para relawan.
Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto menjelaskan, sejak hari pertama seluruh unsur yang tergabung dalam pencarian bekerja tanpa jeda, dengan menghadapi kondisi lokasi yang sangat menantang. Yakni tebing yang labil, kedalaman material longsoran, serta potensi longsor susulan, menjadi hambatan utama dalam proses pencarian.
Menantang
Sejak awal, Tim Gabungan telah bekerja keras melakukan pencarian dengan tingkat kewaspadaan tinggi, di tengah kondisi medan yang sangat menyulitkan. ”Pada pencarian di hari Ke-10, kami kembali menemukan lima korban. Itu berlangsung antara Pukul 13.20 sampai Pukul 14.36 WIB,” tandas Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto.
Berdasarkan pendataan, total korban longsor berjumlah 28 orang. Dari jumlah tersebut, 17 berhasil ditemukan, sementara 11 lainnya tidak ditemukan, meski seluruh prosedur pencarian darurat telah dilakukan sepenuhnya.
Keputusan penghentian pencarian, diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh. Ini terkait dengan keamanan personel, stabilitas area longsoran, serta minimnya tanda-tanda keberadaan korban pada sektor-sektor yang telah disisir.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Pemerintah Daerah, personel SAR dan para relawan, yang terlibat dalam operasi tanggap darurat bencana tanah longsor tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi semua pihak yang telah berjuang dalam kondisi berat,” tandas Kombes Pol Artanto. Selanjutnya, kini penanganan pasca pencarian korban, fokus diarahkan pada pelayanan para pengungsi dan pemulihan warga. Juga pembangunan hunian sementara bagi para korban. ”Semoga proses pemulihan berjalan lancar dan masyarakat segera kembali pulih,” ujarnya.
sumber: suarabaru