Usai Jatim, Goweser Jelajah Tour Trans Jawa Lintasi Jateng

Kota Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut rombongan Jelajah Tour Trans Jawa di Kota Semarang, Rabu (6/3). Iring-iringan pesepeda atau goweser ini sebelumnya baru saja bertolak dari Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 4 Maret 2019 kemarin.

Jelajah Tour Trans Jawa ini rencananya mengakhiri perjalanan mereka di Istana Negara Jakarta pada 8 Maret 2019. Untuk itu, para peserta harus menempuh 900 kilometer jika dihitung dari lokasi start, yakni Kota Surabaya.

“Hari ini teman-teman yang melakukan jelajah Tour Trans Jawa sudah masuk Jawa Tengah kemarin dari Jawa Timur. Ternyata mereka melihat pembangunan infrastruktur secara langsung dan yang menarik para goweser ini masuk ke desa-desa,” kata Ganjar, Rabu (6/3).

Dari Semarang, para goweser ini bakal mengayuh sepedanya sekitar 258 kilometer untuk sampai ke Cirebon dan singgah sebentar di Kabupaten Kendal. Bukan cuma melintasi ruas utama saja, para pesepeda ini sebelumnya diajak mampir ke Desa Lerep dan Kalisi di Kabupaten Semarang. Lalu menelusuri desa-desa, menyaksikan pembangunan dari pemanfaatan dana desa. Macam, BUMDes Langgeng Sari Jaya, Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal.

“Kita melihat hasil pembangunannya, memang dana desa lebih banyak untuk infrastruktur. Ini BUMDes sudah berjalan dan menarik. BUMDes Langgeng Sari Jaya. Dia punya tiga unit usaha, dan yang menarik ada unit usaha sekolah sepakbola (SSB) SSB Cakra Muda. Jadi ini menarik,” terang Ganjar. 

Selain itu, BUMDes tersebut masih juga mengelola sampah keluarga dan pasar. Ganjar pun memamerkan keunikan BUMDes tersebut kepada para goweser, yang kebanyakan berasal dari luar Pulau Jawa.

“Terus ada unit usaha pengelolaan sampah keluarga ini yang kita dorong sampah tidak dibuang tapi dikelola. Terus ada unit usaha pengelolaan pasar dan sudah membangun tiga skema sewa, jangka pendek, menengah dan panjang dengan tarif yang berbeda. Mudah-mudahan kreativitas ini jadi contoh inovasi pengelolaan dana desa di Jawa Tengah,” katanya.

Melihat dan menikmati langsung infrastruktur memang jadi tujuan utama Jelajah Tour Trans Jawa ini.  Dipameri progres pembangunan infrastruktur, terutama saat melewati pedesaan, tak jarang membuat para goweser terkesima. Seperti Fahriansjah asal Makassar. Dirinya mengaku terpesona dengan apa yang ia lihat selama gowes ini.

“Kemarin ketika menjelajahi Jawa Timur, betapa bagusnya infrastruktur yang telah dikerjakan. Selain itu, pembangunan di desa-desa juga semakin gencar,” akunya.

Salah satu desa yang disinggahi saat itu, katanya adalah Desa Jiwan, di Kabupaten Madiun. Di sana, rombongan bersepeda ditemani pemandangan irigasi beton yang digunakan untuk mengairi sawah. “Jadi selain bersepeda kita juga berbagi pengelolaan infrastruktur desa satu ke desa lainnya,” tambahnya.

 

 

Sumber : Jawapos

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng