oleh

Viral, Awan Berbentuk Seperti Piring Terbang di Atas Gunung Lawu

bhinnekanusantara.id – Warga dihebohkan dengan video yang menunjukkan penampakan awan berbentuk mirip piring terbang raksasa di atas Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (9/3/2019). Karena keunikannya, video fenomena alam tersebut viral di media sosial.

Video amatir tersebut diambil pada Jumat menjelang petang dari sejumlah lokasi di wilayah lereng Gunung Lawu. Suasana Gunung Lawu yang cerah membuat fenomena awan tersebut terlihat jelas.

 

Salah satu relawan di Gunung Lawu, Jonthit mengatakan, penampakan awan mirip piring terbang tersebut terlihat mulai Jumat sore pukul 17.00 WIB dan mulai terlihat jelas sekitar pukul 18.00 WIB. Fenomena alam itu merupakan hal biasa yang sering terjadi. Hanya, kali ini awan berbentuk mirip piring terbang itu menjadi viral karena perkembangan teknologi.

“Bentuknya seperti piringan atau putaran angin di atas gunung. Awannya terlihat jelas karena cuaca sedang cerah. Kejadian ini sering terjadi, biasanya usai hujan cukup lama dan menjelang munculnya bulan sabit,” katra Jonthit, Sabtu (9/3/2019).

Sementara itu, bagi warga lain, kejadian ini merupakan fenomena alam yang jarang terjadi. Kondisi cuaca dan langit di kawasan Gunung Lawu yang cerah membuat awan berbentuk piringan hitam itu terlihat dari berbagai wilayah di lereng Gunung Lawu, baik Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

“Sekitar setengah enam, terlihat jelas. Dari kecamatan lain juga banyak yang mengunggah awan di Gunung Lawu. Bahkan, dari Magetan, Jawa Timur. Saya baru pertama kali melihat. Tadi pagi juga terlihat, hanya warnanya putih tidak seperti sore kemarin,” kata warga Karangpandan, Mei Sri Hapsari.

Sementara dari informasi yang dihimpun, awan berbentuk piring terbang raksasa atau sering disangka sebagai UFO ini disebut dengan lenticular. Awan berbentuk unik ini biasanya terbentuk di sekitar bukit-bukit dan gunung-gunung karena ada pergerakan udara di daerah tersebut.

Awan ini terbentuk akibat adanya arus udara yang terdorong ke atas dan melewati puncak gunung atau bukit sehingga terjadi kelembaban dan akhirnya membentuk awan lenticular. Awan lenticular mampu bertahan dengan posisinya selama berjam-jam, bahkan berhari-hari.

 

 

Sumber : iNews

Editor : Bhuwananda IMM Polda Jateng