Viral! Puluhan Warga Datangi Mapolresta Pontianak, Ini Penjelasan Kapolresta
PONTIANAK – Sebuah potongan video yang memperlihatkan sekelompok warga mendatangi Kantor Satreskrim Polresta Pontianak viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi publik. Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto angkat bicara.
Didampingi perwakilan tokoh adat Melayu, Dayak, dan Bugis, Kapolresta memberikan klarifikasi resmi kepada awak media, Kamis (12/2). Ia menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Pontianak tetap aman dan kondusif.
“Kami pastikan sampai saat ini situasi di Kota Pontianak tetap aman dan kondusif. Koordinasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat terus kami lakukan,” tegasnya.
Endang menjelaskan, kedatangan sekitar 40 orang ke Kantor Satreskrim terjadi pada Rabu (11/2). Mereka datang untuk menanyakan perkembangan sejumlah laporan yang sedang ditangani penyidik, termasuk perkara dugaan penghinaan atau penistaan yang dikaitkan dengan unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, perkara tersebut telah dihentikan karena unsur Pasal 156 KUHP tidak terpenuhi. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pun telah dikirimkan kepada pihak pelapor sejak 9 Desember 2025.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, unsur pasal yang disangkakan tidak terpenuhi,” jelasnya.
Kapolresta juga menyoroti pentingnya tidak mencampuradukkan persoalan pribadi dengan isu SARA. Menurutnya, konflik antar individu tidak seharusnya dibawa ke ranah identitas kelompok yang berpotensi memicu ketegangan sosial.
“Kami sangat menyayangkan jika ada oknum yang mengaitkan masalah pribadi dengan SARA,” ujarnya.
Langkah menghadirkan tokoh-tokoh adat dalam konferensi pers tersebut menjadi pesan kuat bahwa Polresta Pontianak mengedepankan pendekatan dialogis dan kolaboratif dalam menjaga harmoni kota yang dikenal sebagai miniatur keberagaman di Kalimantan Barat.
Kapolresta pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang belum tentu menggambarkan situasi secara utuh.
“Kota Pontianak dikenal menjunjung tinggi keberagaman. Mari kita jaga bersama toleransi antar suku, agama, ras, dan golongan,” pungkasnya.
Hingga kini, situasi di Kota Pontianak dipastikan tetap kondusif. Polisi terus melakukan komunikasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat guna mencegah berkembangnya isu yang dapat mengganggu stabilitas dan persatuan. (*)