Wakapolda Kalbar Hadiri Wisuda Purnabhakti Ketua PTA Pontianak – Gubernur Kalbar Ajak Ketua PTA Baru Sosialisasikan Perkara Perkawinan

Pontianak – Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Drs Imam Sugianto M.Si bersama Forkopimda Prov. Kalbar menghadiri Wisuda Purnabhakti Ketua PTA Pontianak, Drs. H Maslihan Saifurrozi, SH,MH di salah satu hotel Kapuas Palace di Jalan Budi Karya Pontianak.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengajak Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak yang baru, selain menjalankan tugas sebagai Hakim dalam memutuskan perkara, juga bersama-sama mensosialisasikan ketentuan tentang perkawinan yang dinilai masih banyak belum dipahami oleh masyarakat.

“Saya mengajak Ketua PTA yang baru, selain memutuskan perkara, agar juga  mensosialisasikan ketentuan-ketentuan yang paling banyak apa perkawinan atau perceraian,” ungkapnya Selasa (29/10/2019).

Menurut gubernur kasus perkawinan maupun perceraian saat ini masih menjadi atensi dan memerlukan evaluasi pihaknya dengan jumlah kasus yang terus mengalami peningkatan. Selain itu, patut menjadi perhatian mengenai perwakinan yang tidak tercatat agar mendapatkan kepastian hukum, dimana saat masih cukup banyak di masyarakat. Dikatakan, peran PTA sendiri sangat penting dalam memberikan kepastian hukum khususnya menetapkan keabsahan status perwakinan mereka.

“Perkawinan sah berdasarkan Undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, tapi karena tidak dinyatakan depan penghulu nikah, maka status mereka belum tercatat. Kyai yang diminta untuk mengijab kabulkan pernikahan boleh saja, nah penghulu hanya mencatatkan sahnya pernikahan tersebut,” imbuhnya.

Tidak hanya tentang perkawinan saja gubernur menuturkan, masyarakat juga harus diberikan pemahaman tentang kewarisan sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam (KHI) seperti Putus Waris, Anak Angkat yang berhak atas harta orang tua angkatnya, namun bukan sebagai Ahli Waris, dimana persentase pembagiannya maksimal satu per tiga dari keseluruhan jumlah harta. Pembagiannya pun tidak boleh melebihi bagian terkecil dari Ahli Waris.

“Kewarisan juga harus diberikan pemahamannya. Ada hal-hal yang baru didalam kompilasi hukum Islam. Ada putus waris, anak angkat yang berhak atas harta orangtua angkatnya,” tukasnya.

Sementara itu, Mantan Ketua PTA Pontianak Maslihan Saifurrozi menyatakan cukup nyaman menjalin komunikasi yang baik bersama jajarannya selama bertugas sebagai Ketua PTA Pontianak kurang lebih 2 tahun terakhir.

“Nyaman-nyaman saja ya, yang terpenting itu komunikasi dengan teman dalam timwork. Kalau ada perbedaan apa alasannya, kalau masih logis tidak bertentangan hukum kan bisa saja. Core bisnis kita kan melayani pencari keadilan,” pungkasnya.

Usai mengakhiri jabatannya, karena memasuki masa pensiun, pria kelahiran asli Pati Jawa Tengah ini berniat kembali mengajar di salah satu Universitas di Jogjakarta. [ cucu safiyudin ]