Wakapolda Sumbar Brigjen Solihin Kawal Langsung Proyek Jembatan Bailey di Agam, Progres 95 Persen Dilaporkan ke Kapolri
Agam, Sumatera Barat – Komitmen percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat kembali ditegaskan. Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin tampil di garda terdepan dengan meninjau langsung pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (14/2/2026).
Peninjauan ini dilakukan bersama Karoreminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Rudy Harianto dan jajaran pejabat utama. Kehadiran Wakapolda Sumbar menjadi simbol kuat pengawalan serius terhadap proyek strategis yang menjadi harapan ribuan warga terdampak banjir dan longsor akhir November 2025 lalu.
Di lokasi pembangunan Jembatan Bailey I di Jorong Koto Alam, rombongan disambut Dansatbrimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik bersama masyarakat. Struktur rangka baja tampak telah membentang kokoh di atas aliran sungai, menandai tahapan akhir pengerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, tim juga mengikuti zoom meeting bersama Listyo Sigit Prabowo guna melaporkan progres terkini pembangunan jembatan. Paparan yang disampaikan menekankan manfaat strategis jembatan dalam memulihkan konektivitas, memperlancar distribusi logistik, serta mempercepat roda perekonomian masyarakat Palembayan.
Hingga pertengahan Februari 2026, progres pembangunan telah mencapai 95 persen. Pengecoran pondasi dilakukan maksimal untuk memperkuat struktur dasar dan mencegah abrasi. Normalisasi aliran sungai juga dilaksanakan guna memastikan stabilitas konstruksi dalam jangka panjang.
Jembatan Bailey ini menghubungkan Jorong Subarang Aia dengan Jorong Koto Alam di Nagari Salareh Aia Timur. Kehadirannya memangkas jarak tempuh hingga 15 kilometer dan menghemat waktu perjalanan sekitar 30 menit.
Dampaknya sangat signifikan. Sebanyak 2.200 warga akan kembali menikmati akses normal. Dua Sekolah Dasar dan satu Sekolah Menengah Pertama dapat kembali beroperasi tanpa hambatan. Tak hanya itu, sekitar 400 hektare lahan persawahan dan 200 hektare perkebunan kembali produktif, menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi warga.
Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin menegaskan bahwa percepatan pembangunan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Pemulihan infrastruktur adalah kunci kebangkitan ekonomi masyarakat. Kami pastikan proses berjalan cepat, tepat, dan sesuai standar keselamatan,” tegasnya.
Pembangunan Jembatan Bailey oleh Korps Brimob Polri menjadi solusi cepat di tengah kondisi darurat pascabencana. Dengan progres yang hampir rampung dan situasi tetap aman kondusif, jembatan ini diharapkan segera difungsikan penuh untuk mendukung aktivitas masyarakat Kabupaten Agam.
Langkah sigap ini sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat. (*)