Warga Diimbau Awasi Praktik Politik Uang

bhinnekanusantara.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terus menyosialisasikan kerawanan politik uang, politisasi SARA, dan ancaman hoaks pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah serentak pada 2020 mendatang.

Menurut Bawaslu Tasikmalaya, ketiga hal itu dapat merugikan dan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pengawasan partisipatif kepada masyarakat harus dilakukan agar mereka bisa melawan politik uang, baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk menolak politisasi SARA dan melawan berita hoaks. Bawaslu sangat membutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap mengawasi,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda, kemarin.

Dia mengungkapkan, politik uang yang dilakukan kandidat-kandidat calon dipastikan bisa terjadi di desa ataupun kecamatan. Karena itu, Bawaslu sangat membutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap mengawasi.

Politik uang, kata Dodi, harus dilawan dan dihindari karena dapat mencederai pesta demokrasi. “Kami membutuhkan peran masyarakat untuk mengawasi politik uang menjelang Pilkada 2020. Di tiap tahapan kampanye, harus benar-benar dihindari politik uang, termasuk para calon.”

Menurut Dodi, terkait politisasi isu SARA sangat perlu diwaspadai karena bisa meng­ancam keutuhan NKRI. “Jangan­ sampai politisasi SARA berkembang selama berlangsung Pilkada 2020. Masyarakat diharapkan agar tidak mudah terprovokasi. Mereka jangan memercayai berita yang tidak benar dan harus cerdas mencerna berita,” urainya.

Perketat pengawasan

Bawaslu Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan memperketat pengawasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di empat kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020.

Ketua Bawaslu Babel, Edi Irawan, menegaskan, sesuai aturan, ASN tidak boleh memihak salah satu kandidat kendati calon tersebut merupakan kepala daerah petahana.

“ASN harus netral dan aturanya sudah jelas. Jika tidak netral, ada sanksi tegas yang akan diberikan,” kata Edi.

Sementara itu, KPU Kebumen, Jawa Tengah, menyatakan tekad untuk melaksanakan Pilkada 2020 berjalan secara bermartabat.

Ketua KPU Kebumen, Yulianto, mengatakan, dengan adanya tagline Pilbup Resik, Kebumen Apik, KPU meminta dukungan masyarakat agar penyelenggaraan Pilkada 2020 bisa berjalan lancar dan transparan.

Di Kabupaten Klaten, Bawaslu setempat menggelar pertunjukan seni budaya lokal  untuk mendorong pengawasan partisipatif pilkada oleh masyarakat.

 

sumber : antara

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi